Touring pertama saya adalah pada saat ada kegiatan Merah Putih Tapal Batas 2 di Aruk, Sajingan Besar Kabupaten Sambas yang diselenggarakan oleh Indonesia Off-Road Federation (IOF) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat dengan tema "Hijaukan NegeriKu" mulai tanggal 4 s/d 6 November 2016.
Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti kegiatan touring ataupun kegiatan motor lainnya, dengan tekad dan keberanian yang kuat maka saya mencoba hubungi panitia penyelenggara/humas kota Singkawang. Malam sebelum keberangkatan, kami dikumpulkan di mess daerah tepatnya di taman burung singkawang yang dihadiri oleh beberapa club motor khususnya di Singkawang. Disitu kami diberi pengarahan oleh bagian humas all bikers singkawang mengenai jadwal keberangkatan dan lainnya yang harus disiapkan termasuk tali kopling (bagi motor kopling karena jalan menuju aruk tidak begitu bagus). Beberapa dari kami ada yang berangkat pagi dan sore (saya ikut yang pagi). Saya menunggu didaerah saya kebetulan akan dilewati oleh teman lain yang berangkat dari arah Singkawang jadi saya tidak perlu bolak-balik lagi. Rencana kami berangkat dari Singkawang jam 9 dan ternyata hujan mengguyur, tetapi halangan itu malah tantangan bagi kami para bikers untuk tetap melakukan perjalanan kami ke Aruk, Sajingan Besar. Dari beberapa teman yang ikut tidak ada satupun yang saya kenal, jadi selama perjalanan saya jarang berbicara dan diam (cuma ikut ketawa aja), saya mengetahui nama mereka cuma dengan mendengar saja pas mereka panggil. Ada yang berasal dari club Honda Street Fire Club Indonesia (HSFCI), Ponti Big Biker (PBB), CBR West Borneo (CWB), Honda CBR Independent (HCI), Combesh (kalau tidak salah).
Istirahat Makan Di Sebawi - Sambas
Dengan semangat kami untuk mengikuti kegiatan itu, dengan perjalanan yang berliku-liku akhirnya kami sampai ke tempat yang dituju yaitu Aruk. Kami sempat berfoto-foto dibundaran sekitar 5 km dari perbatasan Indonesia - Malaysia.
Sesampainya disana sore hari, kami mencari panitia kegiatan untuk menanyakan tempat penginapan kami dimana, tapi kami ditunjuk ke sebuah aula dan ada yang mencari penginapan lain untuk nginap di sekitaran tempat kegiatan. Sedangkan beberapa dari kami yang tidak mau nginap diaula yang sediakan, kami ke kantor camat setempat untuk minta bantu dan akhirnya kami disediakan ruang kerja di kantor camat untuk menginap semalam disitu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar